Article

Bahaya Layar Smartphone terhadap Kesehatan Kulit Wajah

Coba jujur, seberapa sering sih kamu menatap layar smartphone dalam sehari?
Mulai dari bangun tidur, kerja, scroll media sosial, sampai sebelum tidur malam, wajah kita nyaris gak pernah lepas dari paparan cahaya biru atau bisa disebut blue light dari gadget kita.

Tahukah kamu kalau paparan blue light (HEV light) ini ternyata bisa berdampak negatif terhadap kesehatan kulit wajah yang hampir mirip seperti efek sinar UV dari matahari?

Apa Itu Blue Light?

Blue light atau High Energy Visible (HEV) light adalah jenis cahaya berenergi tinggi dengan panjang gelombang antara 400–490 nm. Sumber utamanya bukan hanya sinar matahari, tapi juga dari layar smartphone, laptop, tablet, dan televisi yang setiap hari kita lihat selama beberapa jam.

Dampak Blue Light terhadap Kulit Wajah

  1. Memicu Penuaan Dini
    Studi di Journal of Investigative Dermatology (2018) menemukan bahwa paparan blue light dapat meningkatkan stres oksidatif pada sel kulit, yang dapat menyebabkan penurunan kolagen, elastisitas kulit, dan timbulnya garis halus.
    Artinya, semakin sering kamu terpapar layar smartphone tanpa perlindungan kulit, semakin cepat kulit mengalami tanda-tanda penuaan. 
  2. Menimbulkan Flek Hitam
    Paparan HEV light dapat menstimulasi melanosit untuk memproduksi lebih banyak melanin, terutama pada kulit sawo matang hingga kulit gelap. 
  3. Mengganggu Skin Barrier dan Meningkatkan Sensitivitas Kulit
    Blue light juga dapat menurunkan kadar vitamin E dan antioksidan alami kulit sehingga membuat kulit lebih kering, kusam, dan sensitif terhadap polusi atau sinar UV. 
  4. Gangguan Tidur yang Mempengaruhi Kondisi Kulit
    Paparan layar di malam hari dapat menekan produksi melatonin yaitu hormon yang mengatur kualitas tidur kita. Akibatnya, kamu jadi sering begadang dan memicu kulitmu jadi tampak kusam, lingkar mata gelap, dan jerawat jadi lebih mudah timbul karena proses regenerasi kulit terganggu. 

Kesimpulan

Paparan blue light dari layar smartphone memang tidak langsung terasa seperti sinar matahari, tapi efek sampingnya secara akumulatif dan akan nyata bagi kulit. Jika kamu sering bekerja di depan layar atau sering scroll media sosial selama berjam-jam, penting sekali untuk kamu mulai melindungi kulit dari efek blue light ini.

Referensi Ilmiah

  1. Lee Y, et al. Blue light irradiation induces oxidative stress and suppresses collagen synthesis in human dermal fibroblasts. Journal of Investigative Dermatology. 2018;138(7):1541–1550.
  2. Duteil L, et al. Differences in visible light-induced pigmentation according to wavelengths: The contribution of blue light to melasma. Journal of Cosmetic Dermatology. 2020;19(11):3038–3045.
  3. Liebel F, et al. Irradiation of skin with visible light induces reactive oxygen species and matrix-degrading enzymes. Journal of Investigative Dermatology. 2012;132(7):1901–1907. 
  4. Cho S, et al. Blue light affects pigmentation and antioxidant status of human skin cells. Journal of Dermatological Science. 2017;86(3):197–205.

    Approved by Dokter Marvee Clinic by Kimia Farma 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *