Kulit wajah kita bekerja tanpa henti setiap hari melindungi dari polusi, sinar UV, bakteri, hingga makeup dan produk skincare yang kita gunakan. Karena itu, sama seperti tubuh yang butuh istirahat, kulit wajah juga memerlukan waktu untuk berhenti sejenak dari berbagai paparan agar proses regenerasi dan penyembuhan alami berjalan optimal.
Secara biologis, waktu terbaik kulit untuk beristirahat adalah pada malam hari. Saat kita tidur, aktivitas perbaikan sel kulit meningkat signifikan; penelitian menunjukkan regenerasi kulit bisa meningkat hingga 30% dan proses perbaikan DNA, pembentukan kolagen, serta peningkatan elastisitas kulit mencapai puncaknya antara pukul 23.00 sampai 02.00. Ini sebabnya tidur cukup dan berkualitas menjadi bagian penting dari rutinitas perawatan kulit.
Selain itu, kulit membutuhkan istirahat ketika mengalami over-exfoliation akibat penggunaan skincare berbahan aktif seperti AHA, BHA, atau retinoid secara berlebihan. Tanda-tandanya antara lain: kulit terasa perih, muncul kemerahan, mengelupas, terasa semakin sensitif, dan menjadi lebih mudah iritasi.
Kulit juga cenderung lebih mudah mengalami stres ketika kita kurang tidur, kelelahan, atau berada dalam tekanan. Kondisi ini meningkatkan produksi hormon kortisol yang memicu munculnya jerawat, membuat kulit tampak kusam, memperlemah skin barrier, dan meningkatkan peradangan. Pada situasi ini, kulit sangat membutuhkan istirahat. Hidrasi yang cukup dan perawatan yang lembut adalah hal yang paling dibutuhkan.
Setelah menjalani treatment tertentu seperti chemical peeling, laser, microneedling, atau skinbooster. Walaupun beberapa treatment memiliki downtime minimal, kulit tetap membutuhkan masa pemulihan di mana produk skincare yang digunakan tidak mengandung bahan iritatif. Pada fase ini, penggunaan gentle cleanser, moisturizer, dan sunscreen di pagi hari sudah cukup untuk menjaga kesehatan kulit
Referensi Ilmiah
- Giacomoni, P. U., et al. (2009). Skin overnight repair mechanisms. Journal of Cosmetic Dermatology.
- Pasjonik, M. (2019). Circadian rhythm and skin regeneration. International Journal of Molecular Sciences.
- Chen, L., et al. (2020). Effects of over-exfoliation on skin barrier function. Dermatologic Therapy.
- Krutmann, J., et al. (2017). Pollution and the skin: oxidative stress, aging, and inflammation. Journal of Investigative Dermatology.
- Draelos, Z. D. (2018). Post-procedure skin care and healing mechanisms. Clinics in Dermatology. Approved by Dokter Marvee Clinic by Kimia Farma
