Sudah rajin pakai skincare, tapi kulit masih terlihat kusam, tidak bercahaya, dan tampak “lelah”? Kamu tidak sendirian. Banyak orang mengalami masalah ini meski sudah menggunakan produk perawatan yang lengkap. Faktanya, kulit kusam tidak selalu disebabkan oleh skincare yang kurang tepat, ada banyak faktor lain yang bekerja di belakang layar.
Yuk kenali apa saja penyebab kulit tetap kusam meski sudah skincare-an, dan bagaimana solusinya!
1. Penumpukan Sel Kulit Mati
Kulit mengalami proses regenerasi setiap 28–40 hari. Kalau proses ini melambat, sel kulit mati akan menumpuk dan membuat wajah terlihat kusam meski kamu sudah rajin cleansing dan pakai serum.
Solusi:
- Rutin eksfoliasi 1–2 kali seminggu (AHA/BHA atau eksfoliasi lembut dengan enzim).
- Hindari eksfoliasi berlebihan agar skin barrier tidak rusak.
- Lakukan perawatan facial minimal satu bulan sekali
-
Skin Barrier Rusak
Skin barrier bekerja sebagai pelindung utama kulit dari iritasi, polusi, serta menjaga kelembapan. Jika rusak, kulit jadi kasar, kemerahan, kering, dan kusam.
Solusi:
- Gunakan skincare yang mengandung ceramide, hyaluronic acid, dan panthenol.
- Hindari sabun wajah yang “terlalu kesat” dan produk aktif yang dipakai berlebihan.
- Kamu bisa melakukan treatment skin booster untuk membantu mengembalikan skin barrier kamu
- Kurang Tidur & Stres
Begadang dan stres kronis menurunkan produksi kolagen, mengganggu perbaikan jaringan, dan meningkatkan hormon kortisol yang memicu peradangan. Hasilnya? Kulit tampak kusam dan dull.
Solusi:
- Tidur 7–8 jam per hari.
- Atur stres dengan olahraga ringan, meditasi, atau aktivitas yang menenangkan.
4. Pola Makan Tinggi Gula & Gorengan
Asupan gula berlebih dapat memicu glycation, yaitu proses ketika gula menempel pada kolagen sehingga kulit tampak lebih kusam, kendur, dan cepat menua.
Solusi:
- Kurangi gula, perbanyak sayur, buah, dan makanan tinggi antioksidan.
- Perbanyak minum air.
- Lakukan perawatan dengan teknik radio frequency untuk membantu membakar lemak area wajah dan tubuh.
5. Kurang Pakai Sunscreen
Paparan UVA/UVB menyebabkan kerusakan sel kulit, memicu hiperpigmentasi, dan memperlambat regenerasi.
Kalau kamu rajin skincare, tapi skip sunscreen, hasilnya tetap tidak optimal.
Solusi:
- Gunakan sunscreen minimal SPF 30 setiap hari, bahkan saat di dalam ruangan.
6. Hanya Mengandalkan Produk, Tanpa Perawatan Kulit Mendalam
Ada kondisi kulit yang butuh perawatan yang intensif, misalnya melasma, tekstur kasar, atau kusam karena paparan polusi berat. Skincare saja tidak cukup tanpa treatment profesional.
Solusi:
- Lakukan treatment seperti brightening laser, skin rejuvenation, atau skinbooster untuk memberikan nutrisi langsung ke dalam kulit.
Kesimpulan
Kulit kusam bukan semata-mata karena skincare tidak cocok, tapi bisa disebabkan oleh gaya hidup, lingkungan, hingga kesehatan kulit dari dalam. Dengan memahami penyebabnya, kamu bisa mendapatkan solusi yang tepat dan hasil perawatan yang maksimal.
Referensi Ilmiah
- Pillai, S., Oresajo, C., & Hayward, J. (2005). Ultraviolet radiation and skin aging: Roles of reactive oxygen species, inflammation, and matrix degradation. Journal of Cosmetic Dermatology.
- Yoon, H. S. et al. (2019). Effects of sleep deprivation on skin barrier function and recovery. International Journal of Cosmetic Science.
- Nguyen, T. A., & Soulika, A. M. (2019). The biology of skin barrier function. Journal of Dermatological Science.
- Vlassova, N. et al. (2017). Glycation and its impact on skin. Dermatology and Therapy.
- Wulf, H. C., & Lock-Andersen, J. (2019). Sunscreens and photoprotection. Dermatologic Clinics.
- Poon, F. et al. (2015). The effect of pollution on skin and the role of topical antioxidants. Journal of Drugs in Dermatology.
